Cirebon, MIJ.id
MIRIS rasanya, di tengah pemerintah menekankan program peningkatan kualitas pendidikan, ternyata di Kota Cirebon masih ada SD Negeri yang kondisi bangunannya sangat memprihatinkan. Selain rusak dan rapuh, sekolah tersebut dikhawatirkan sewaktu waktu runtuh.
Namun sayang, hingga berita ini diturunkan, pemerintah pusat termasuk pemerintah daerah daerah, dalam hal ini dinas pendidikan Kota Cirebon, belum melakukan peninjauan kembali atas kondisi bangunan sekolah saat ini.
Padahal, ancaman nyawa bagi siswa dan guru terus menghantui pihak sekolah saat jam belajar berlangsung di dalam kelas. Guru dan siswa setiap harinya hanya bisa berdoa agar diberikan keselamatan dari marabahaya atas kondisi bangunan sekolah yang sudah rusak parah ini.
Lalu sekolah mana yang dimaksud gedungnya rusak parah itu ??, Sekolah tersebut tak lain adalah SD Negeri Silih Asah 1, yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Sayang, Pemda Kota Cirebon masih sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga tidak menyadari jika ada nyawa siswa dan guru yang terancam sewaktu-waktu dari kondisi gedung sekolah yang rusak parah tersebut.
Karena sampai saat ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah, khususnya Pemkot melalui Dinas Pendidikan Kota Cirebon untuk bergerak dan melakukan antisipasi dini dari kondisi bangunan sekolah yang rentan ambruk.
Abdullah, salah seorang pegiat pendidikan saat bertemu di lapangan menyatakan bahwa kondisi sekolah seperti ini sudah sangat tidak layak untuk dipergunakan sebagai sarana belajar. Ini sudah sangat membahayakan keselamatan jiwa siswa dan guru.
"Artinya, jangan sampai ada pembangunan tapi setelah ada korban jiwa, ini kan sangat ironisa, dan pemerintah harus segera mengambil.sikap dan tindakan sebelum.jatuh korban," katanya kepada MIJ.
Bahkan Abdullah dengan keras mengatakan, bahwa tanggungjawab pendidikan itu adalah pemerintah, bukan orang tua atau siswa yang membangun, jangan jadikan kondisi bangunan sekolah semakin hancur baru kemudian dibangun. Mengingat bahaya yang akan ditimbulkan bisa mengan cam jiwa siswa atau guru yang sedang belajar.
Sementara itu, di lapangan dikabarkan siswa dan guru saat akan belajar selalu berdoa untuk keselamatan, mengingat kondisi bangunannya sudah sangat rapuh dan bisa saja sewaktu waktu ambruk atau runtuh.
Sementara itu, pegiat pendidikan lainnya, Subhan, MT saat bertemu MIJ juga menyatakan, bahwa ada ketidak adilan yang ditunjukkan pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan sebagai leading sektor, terhadap sekolah-sekolah di kota Cirebon. Ketidak Adilan itu bisa dilihat dari proyek pembangunan gedung sekolah baik rehab maupun lainnya yang selalu didapatkan oleh sekolah-sekolah itu saja.
"Kadang ironis, masa iya rehab dan bangun proyek itu hanya diberikan kepada sekolah-sekolah tertentu, bahkan itu-itu saja, ini kan tidak adil, kasihan sekolah yang benar-benar membutuhkan malah bertahun-tahun dibiarkan dengan kondisi hingga hampir memprihatinkan. Jadi harus ada keberanian, kasus ini harus menjadi temuan dan bila perlu segera dilaporkan ke pihak Kejaksaan atau ke BPK RI, atau KPI RI, atau juga ke Gubernur atau bisa juga ke Kementrian, biar mereka semua tahu apa yang terjadi di sekolah-sekolah, biar ada rasa keadilan," tandasnya.
(Rohman)


0 Komentar